Sabtu, 19 Juli 2008

Eksekusi Mati...

Pagi ini setelah sampai di kantor seperti biasa diriku menyempatkan untuk membuka detik & jawapos untuk membaca kabar terbaru yang terjadi sekitar kita.
Berita hangat yang ada di beberapa media kali ini adalah tentang Eksekusi Mati Sugeng-Sumirasih pelaku pembunuhan 1 keluarga tentara beberapa waktu yang lalu tepatnya di tahun 1988. Wuih...waktu yang cukup lama juga kurang lebih sekitar 20 tahun.

Beberapa berita lain mengabarkan tentang putra sulung keluarga korban yang merupakan keluarga satu-2 nya yang masih hidup. Dia sebenarnya sudah memaafkan para pelaku tetapi kalau nggak di eksekusi mati takutnya banyak masyarakat yang nanti akan melihat kalau Hukum itu tidak adil.

Ya, sampai sekarang di negara ini masih berlaku hukuman mati padahal di beberapa negara hukuman seperti perlahan-lahan akan di hapuskan. Banyak demonstrasi yang menentang eksekusi kali ini karena mengambil nyawa adalah hak nya Tuhan.. :-)

Ya di sini kami tidak mengatakan hal ini benar atau salah, tetapi dari sini kita dapat memetik pelajaran untuk hidup lebih baik lagi, tidak iri dengan orang lain & berlaku baik ke pada semua mahkluk. Mati itu adalah satu hal yang pasti akan di lalui oleh kita semua tapi yang penting adalah apa yang kita telah lakukan selama hidup kita.....ya kejadian ini harusnya menjadi pelajaran buat kita untuk hidup lebih hidup lagi...(kayak iklan rokok aja).


Selamat Jalan buat Pak Sugeng & Mbah Sumiarsih...semoga kalian beristirahat dengan tenang di tempat baru....& selamat ber Reuni dengan keluarga Purwanto...


s4l4m

1 komentar:

GBee mengatakan...

.... Beberapa berita lain mengabarkan tentang putra sulung keluarga korban yang merupakan keluarga satu-2 nya yang masih hidup. Dia sebenarnya sudah memaafkan para pelaku tetapi kalau nggak di eksekusi mati takutnya banyak masyarakat yang nanti akan melihat kalau Hukum itu tidak adil. ...

justru hukum yang tidak adil kepada sumiarsih ... ada 2 hukuman yang mesti diterima sumiasih & sugeng setelah di penjara 20 th setelah itu di di haruskan meregang nyawa di depan regu tembak