Beberapa waktu lalu ada kejadian yang menarik menimpa penulis yang ada hubungannya sama judul diatas...
kira-kira berlangsung sekitar jam 8-10 malam dimana kejadiannya berlangsung pada saat mo pulang ke Home Sweet Home (read Bambe)..
Ya tanpa di sangka dan di rencanakan sebelumnya ban belakang sepeda motor terkena pecahan besi yang agak runcing yang menyebabkan bocor ..pada saat bocor sepeda kupacu dengan kecepatan agak lumayan cepat...untung bisa dikendalikan...setelah menepi aku cari paku yang menyebabkan bocor..ternyata nggak ketemu....
Hmm..di tengah sawah yang gelap gulita toleh kanan kiri yang ada hanya rumput yang bergoyang terkena angin...dengan perlahan namun pasti aku tuntun sepeda motor untuk mencari Tambal Ban yang buka di malam hari...setelah berjalan kira-2 2 Km akhir ketemu juga Tukang Tambal Bannya...wuih..lumayan juga jalannya..dah lama gak olah raga..hehehe..
Pada saat menunggu ganti Ban (setelah di cek ternyata ban dalam nya sobek agak lebar dan harus ganti ban baru) bareng sama orang yang memeriksa rantai sepeda motor..1 orang ngganti ban sepeda motorku & 1 orang lagi mengganti rantai sepeda motor ...
Kalau aku dengar pembicaraan ornag yang mengganti rantai itu ya dalam hati tertawa geli tapi juga kasihan...dia hanya seorang buruh yang lagi lembur pulang hingga malam...sebenarnya dia bisa saja pulang naik angkot dan cukup membayar 2000 rupiah saja...tapi malam itu dia ingin meminjam motor temannya karena besoknya dia mau antar istrinya ke pasar jadi bisa hemat BBM pikirnya....eh ternyata setelah di pinjam ternyata tangki bensinya kosong jadi dia harus isi kan motor itu dengan bensin dan dia isi sebanyak 7000 rupiah...eh setelah bensin di isi dan motor di nyalakan lha kok rantainya protol...dan rantainya harus di perbaiki dan memakan biaya 5000 rupiah..ya jadi totalnya 12000 rupiah dia harus keluarkan malam itu untuk pulang....setelah orang itu pergi 2 orang tukang tambal bannya malah ketawa ngetawain orang yang tadi barusan perbaiki rantai sekaligus merasa kasihan karena cerita bapak tadi yang rencana mau menghemat uang transport ternyata malah tekor lebih banyak.. hehehe....
"pak, ini bannya tolong di cek...merk IRC ya.." kata tukang tambal ban sambil memberikan Kardus kecil Ban Dalam Merk IRC...
"Lha buat apa pak..kalau IRC ya IRC..kok pakai di tunjukin segala...".. jawabaku..
"Gak gitu pak..takutnya nanti bukan IRC lho..." jawabnya...
"Ohhh gitu tho..." jawabku...kemudian setelah aku cek dan benar dengan apa yang di omongkan aku berikan Ban itu ke pada tukang tambal ban untuk segera mengganti nya....
Sambil menunggu proses itu aku pesan Es Batu + 1 botol Teh Sosro di warung sebelah lumayanlah untuk mengobati rasa haus akibat jalan kaki sejauh 2 KM.hehehehe...
Begitulah kejadian yang di lalui oleh penulis beberapa hari yang lalu...bukan beban dan rasa kesal yang penulis alami pada saat kejadian tsb tapi penulis mencoba untuk menikmati semua kejadian itu....penulis nggak tau siapa nama tukan tambal ban itu..siapa penjual Nasi goreng di sebelah tukang tambal Ban....tapi penulis dapat menyimpulkan bahwa Tukan Tambal Ban itu profesional sekali dengan profesinya dan loyal sekali terhadap customernya.....walaupun hanya seorang tukang tambal ban tapi beliau mampu untuk mewarnai kehidupan..baik kehidupanku, kehidupannya dan kehidupan semua.
Ya...walaupun hanya sebuah titik kecil bukan berarti tidak memiliki arti sama sekali..tapi justru dari sebuah titik-titik kecil itu terbentuk sebuah gambar yang maknanya begitu indah....
Hidup itu indah....
s4l4m
K4n6 Pr4m
Kamis, 10 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar